Kami percaya bahwa kursi bukan sekadar perabot di dalam gedung—melainkan titik tumpu tempat manusia berpikir, berkolaborasi, dan bertumbuh. Kualitas sejati terwujud dari akumulasi ribuan detail presisi yang mungkin tak terlihat oleh mata, namun dirasakan oleh tubuh setiap hari.
Manusia · Postur · Arsitektur Ruang
“Tubuh manusia tidak dirancang untuk membeku dalam satu posisi statis. Dalam satu jam kerja fokus, seseorang melakukan lebih dari 40 gerakan mikro tanpa disadari.”
Di Furnicon Indonesia, setiap garis desain seri Oberon, Bellus, Sodeo, maupun Altura berawal dari pertanyaan mendasar: Bagaimana sebuah kursi dapat menopang tubuh secara intuitif tanpa memaksa pengguna menyesuaikan diri terhadap kursi?
Sebagaimana arsitektur Jepang yang menyelaraskan bangunan dengan cahaya dan sirkulasi udara alami, kami merancang kursi dengan profil visual yang tenang (The Beauty of Lightness) namun memiliki struktur internal sekuat sasis otomotif. Ketika tubuh terbebas dari kelelahan leher dan tekanan tulang belakang, pikiran manusia bebas menciptakan karya terbaiknya.
Tiga studi video rekayasa mikro yang membedakan kursi pabrik berstandar BIFMA Furnicon dari kursi komersial biasa.
Banyak kursi kerja mengangkat lutut Anda saat Anda bersandar, menghambat sirkulasi darah di paha. Mekanisme Synchronized Tilt 1:2.5 Furnicon memastikan setiap 2.5° kemiringan sandaran punggung diimbangi oleh 1° kemiringan dudukan secara halus—sehingga telapak kaki Anda tetap menapak sempurna di lantai dan pandangan mata tetap sejajar dengan layar monitor.
Dirancang khusus menghadapi kelembapan tropis Indonesia, jaring punggung Furnicon ditenun menggunakan benang High-Tensile Elastomer & Polyester yang mendistribusikan beban tulang belikat dan lumbal secara proporsional. Dipadukan dengan dudukan Cold-Cured Moulded Foam berdensitas 55 kg/m³ yang mempertahankan bentuk elastisnya bahkan setelah 8 tahun pemakaian harian.
Suara derit mekanis kecil dapat merusak konsentrasi seluruh ruangan. Setiap sambungan poros kursi Furnicon dilapisi bantalan polimer bebas gesekan, sementara roda 60mm Silent Polyurethane (PU) Casters meluncur tanpa suara di atas lantai parket, vinil, maupun karpet kantor.
Pilih salah satu dari 4 bagian di bawah pemutar video untuk melihat proses desain ergonomi, manufaktur presisi, hingga uji laboratorium.
Sebelum sebuah seri kursi menyandang nama Furnicon, setiap model harus melewati simulasi beban mekanis yang setara dengan 10 tahun penggunaan terus-menerus.
Siklus dorongan beban mundur berulang pada sandaran punggung untuk menjamin mekanisme synchro-tilt tidak mengalami kelonggaran.
Uji jatuh beban bebas berulang kali di atas dudukan kursi untuk memvalidasi kekuatan las sasis baja dan silinder gaslift SGS Class-4.
Simulasi pergerakan roda PU melewati rintangan lantai dengan beban penuh tanpa retak atau macet pada bantalan poros.
Uji tekan vertikal statis selama 60 detik pada kaki bintang lima (aluminium die-cast & reinforced nylon) sesuai tolok ukur BIFMA.
Kursi yang paling ramah lingkungan adalah kursi yang tidak perlu dibuang setelah dua tahun. Dengan merancang sistem komponen Modular Replaceable Architecture, setiap bagian dari kursi Furnicon—mulai dari bantalan armrest, silinder gaslift, roda, hingga dudukan busa—dapat dilepas dan diperbarui secara terpisah tanpa mengganti keseluruhan unit.